Contoh Soal UKOM Keperawatan D3 dan Ners Tahun 2019 / 2020 Edisi 205

1/28/2019 07:11:00 AM

Contoh Soal UKOM Keperawatan D3 dan Ners Tahun 2019 / 2020 Edisi 205


Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 205 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya


Contoh Soal UKOM Keperawatan D3 dan Ners Tahun 2019 / 2020 / 2021 / 2022/ 2023 / 2024 Edisi 205
Contoh Soal UKOM Keperawatan D3 dan Ners

Helo teman-teman sahabat kumpulanukom.blogspot.com semuanya. Sudah lama tidak bertemu,kali ini mimin akan lanjut memberikan materi latihan soal UKOM untuk teman-teman semuanya. Berikut ini kami siapkan 6 buah soal disertai dengan kunci jawaban lengkapnya. Selamat belajar teman-teman


1. Seorang laki laki berusia 51tahun datang ke UGD karena muntah muntah cairan , mengeluh pusing dan mata kunang kunang. Hasil pemeriksaan fisik kulit kering, bibir pecah pecah TD 80/50 mmHg, frekuensi nadi 102 x/menit, frekuensi napas 27x /menit. Tiba tiba pasien gelisah, Instruksi dokter berikan cairan intravena 3 jam /kolf, infus sudah dipasang dengan tetesan cepat.

Apakah yang harus dievaluasi perawatsegera pada pasien diatas?

a. Frekuensi muntah
b. Turgor kulit
c. Produksi urine
d. Kekuatan otot
e. Denyut nadi perifir

Kunci Jawaban: E. Denyut nadi perifir

Pembahasan:
Pada kasus di atas Denyut nadi perifir menjadi prioritas utama karena untuk mengetahui adanya perbaikan pasien setelah diberikan infus dengan cepat.

Rujukan
  • BTCLS (2012) Ambulan 118 dan Hipgabi (2016)
  • Pamela S, Kidd, Patty Ann( 2011). Pedoman keperawatan Emergency
  • Paula Krisanty (2009). Askep Gawat Darurat Bab XI hal 197



2. Seorang laki laki berusia 31 tahun datang ke UGD  karena muntah muntah setelah mencoba bunuh diri dengan baygon. Pasien juga mengeluh nyeri kepala Hasil pemeriksaan fisik: TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 91 x/menit, frekuensi napas 25 x/menit. Pasien tampak pucat lemah tak berdaya, kesadaran menurun mulut berbusa.

Apakah tindakan perawatselanjutnya pada pasien diatas?

a. Beri larutan norit
b. Berikan minum banyak
c. Anjurkan kumur air hangat
d. Pasang NGT bilas lambung
e. Pasang infus dan beri cairan IV

Kunci Jawaban: D. Pasang NGT bilas lambung

Pembahasan:
Pasien yang keracunan hidro karbon harus hati hati karena dapat terjadi pneumonia berat karena itu sangat membutuhkan tindakan cepat. Tindakan yang tepat pada kasus di atas adalah Baygon yang masuk kedalam lambung harus segera  dikeluarkan agar tidak terjadi komplikasisehingga Kunci Jawabannya Pasang NGT bilas lambung

Rujukan
  • BTCLS (2012) Ambulan 118 dan Hipgabi (2016)
  • Pamela S, Kidd, Patty Ann( 2011) pedoman keperawatan Emergency



3. Seorang laki laki berusia 35 tahun datang ke UGD RS karena diare sampai 10x dalam sehari dan mata cekung, kulit kering. Hasil pemeriksaan fisik TD 70/50 mmHg,
frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi napas 26x /menit. Tiba tiba pasien lemas mengeluh tidak berdaya pasien syok.

Apakah tindakan kolaborasi perawat pada pasien diatas?

a. pasang infus berikan cairan parenteral/rehidrasi
b. berikan minumlarutan elektrolit
c. monitor TTV secara intensif
d. lakukan pemeriksaan AGD
e. cek elektrolit darah

Kunci Jawaban: A. pasang infusberikan cairan parenteral/rehidrasi

Pembahasan:
Sesuai dengan vignette kasus di atas, maka pemasangan infus atau pemberian cairan parenteral/rehidrasi menjadi prioritas karena pasien kekurangan cairan untuk mengimbangi cairan yang keluar lewat diare.

Rujukan
  • Buku BTCLS 118 ( 2011) dan BTCLS Hipgabi (2015)
  • Pamela S, Kidd, Patty Ann ( 2011). Pedoman keperawatan Emergency hal 758
  • Paula Krisanty (2009). Askep Gawat Darurat Bab XI hal 197



4. Seorang perempuan berusia 32 tahun, dibawa ke UGD karena kecelakaan mengalami cedera kepala sedang. Tiba tiba pasien muntah  menyembur. Hasil pemeriksaan fisik TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 86 x/menit, frekuensi napas 26x/menit, tingkat kesadaran apatis, mulut banyak muntahan.

Apakah langkah perawat selanjutnya pada pasien tersebut?

a. Lakukan suction
b. kepala dimiringkan
c. pasang oroparingeal tube
d. kaji kemampuan bernapas
e. miringkan pasien dengan log rool

Kunci Jawaban: E. miringkan pasien dengan log rool

Pembahasan;
Pada cedera kepala  untuk mengeluarkan muntahan harus dengan cara memiringkan bersamaan dengan badan pasien /log rool untuk mencegah terjadinya cedera servikal.

Rujukan
  • BTCLS (2012) Ambulan 118 dan Hipgabi (2016)
  • Pamela S, Kidd, Patty Ann( 2011) pedoman keperawatan Emergency



5. Seorang laki laki berusia 51 tahun datang ke UGD RS karena mengeluh pusing dan mata kunang kunang, tangan kiri tidak dapat digerakkan, kesulitan bicara. Hasil pemeriksaan fisik TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, frekuensi napas 27x/menit. Tiba tiba Pasien tidak sadar, perawat harus memastikan jalan napas tidak terjadi sumbatan.

Apakah tindakan perawatpada pasien diatas?

a. Pasang oroparingeal tube
b. Posisikan kepala extensi
c. Lakukan head till chin left
d. Posisikan kepala jow trust
e. Pasang naso tracheal tube

Kunci Jawaban:  A. Pasang oroparingeal tube

Pembahasan; 
Pemasangan oroparingeal tube dapat mencegah lidah jatuh kebelakang sehingga tidak terjadi sumbatan jalan napas pasien yang mengalami tanda tanda stroke dengan kesadaran menurun.

Rujukan
  • Buku BTCLS 118 ( 2011) dan BTCLS Hipgabi (2015)
  • Paula Krisanty (2009). Askep Gawat Darurat Bab VI hal 127



6. Perawat C sedang melakukan pengkajian terhadap keluarga Bapak L yang baru saja didiagnosa Tuberkulosis Paru.

Manakah pertanyaan yang paling tepat diajukan kepada keluarga untuk menggali kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk penanganan TBC?

a. “Apakah bapak/ibu merasakan keadaan TBC Paru pada bapak sebagai masalah ?”; Apakah bapak/ibu sudah mengetahui sifat penyakit TBC jika tidak dilakukan pengobatan dan perawatan dengan baik ?”
b. “Apakah bapak/ibu tahu apa itu penyakit TBC Paru ?”; “Apakah bapak/ibu tahu penyebab TBC ?”; Apakah bapak dan ibu tahu tanda dan gejala penyakit TBC?”
c. “Apakah bapak/ibu  sudah berupaya membuat rumah menjadi terang tersinari oleh matahari?”; Apakah ada anggota keluarga lain yang menderita TBC Paru?”
d. “Apakah bapak tahu bahwa pengobatan TBC harus 6 bulan ?” Bagaimana langkah langkah mencegah penularan TBC Paru ?”
e. “Apakah bapak/ ibu tahu di mana saja pengobatan TBC dapat dilakukan?”; “Apakah bapak dan ibu sudah tahu bagaimana cara minum obat anti TBC?”

Kunci Jawaban : A. “Apakah bapak/ibu merasakan keadaan TBC Paru pada bapak sebagai masalah ?”; Apakah bapak/ibu sudah mengetahui sifat penyakit TBC jika tidak dilakukan pengobatan dan perawatan dengan baik ?”

Pembahasan:
Pengkajian yang dilakukan perawat C adalah pengkajian tahap ke 2 yang bertujuan mengkaji 5 tugas keluarga dalam memelihara kesehatan anggotanya. Tugas tersebut adalah: 1. Kemampuan mengenal masalah TBC paru; 2. Kemampuan mengambil keputusan yang tepat untuk menangani TBC ; 3. Kemampuan merawat TBC paru di rumah; 4. Kemampuan memodifikasi lingkungan untuk menunjang penyembuhan penyakit TBC dan 5 Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pengobatan TBC. Untuk menggali setiap kemampuan tsb masing masing memiliki teknik bertanya yang spesifik.

Untuk menggali kemampuan mengambil keputusan pertanyaaan diarahkan kepada: Sejauh mana keluarga mampu memahami sifat dan luasnya masalah; Apakah keadaan dirasakan sebagai masalah; Apakah keluarga mengetahui fasiltas pelayanan untuk memecahkan masalah.

Rujukan:
  • Bailon, Maglaya : Family Health Nursing



Baiklah, mungkin cukup sekian dulu perjumpaan kita kali ini teman-teman dengan pembahasan yaitu Contoh Soal UKOM Keperawatan D3 dan Ners Tahun 2019 / 2020 Edisi 205. Semoga apa yang telah kami sajikan diatas bermanfaat. Ayoo ajak teman-teman lainnya untuk belajar dan berlatih soal-soal UKOM Keperawatan D3 maupun Ners didalam blog ini, karena kami akan update latihan soal secara gratis untuk teman-teman semuanya. Sampai jumpa lagi teman-teman.

0 komentar