Contoh Soal UKOM D3 Perawat Dan Ners Tahun 2019 Edisi 196

Contoh Soal UKOM D3 Perawat Dan Ners Tahun 2019 Edisi 196


Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke beserta kunci jawabannya serta pembahasannya

Contoh Soal UKOM D3 Perawat Dan Ners Tahun 2019 Edisi 196
we are nurse, plese dont plagiat what we write from edition1 until end. Please give our blog source if you want to share it.

Hai semuanya, lama tak bertemu, kali ini kita akan melanjutkan edisi soal-soal UKOM Perawat, kali ini kita memasuki edisi yang ke 196, Kami berharap semua artikel-artikel kami tentang contoh soal soal UKOM dari edisi yang ke 1 sampai edisi ke 195 itu dibaca dan dipelajari semua ya teman-teman.


1. Seorang anak laki-laki yang berusia 6 tahun,  dirawat di rumah sakit dengan keluhan batuk, panas sudah 3 hari. Perawat X yang baru saja bekerja bangsal tersebut segera mempersiapkan daftar pengkajian dan pemeriksaan fisik keperawatan untuk anak tersebut, .
Apakah hal yang perlu diperhatikan saat melakukan tindakan tersebut ?

a. lakukan prosedur traumatic terakhir
b. tingkatkan kerjasama dengan distraksi
c. hindari gerakan yang kasar dan mengejutkan
d. minta orang tua untuk melepas pakaian  anaknya
e. tenangkan anak dengan sebotol air gula / makanan

Kunci Jawaban : a. lakukan prosedur traumatic terakhir
Pembahasan : 
Jika prosedur traumatic /tindakan yang menimbulkan anak tidak  nyaman /nyeri dilakukan awal tindakan  , hal ini akan menimbulkan trauma pada anak , sehingga untuk pemeriksaan berikutnya anak akan menolak.

Rujukan  : 
  • Mary E Muscari (2005). Panduan Belajar : Keperawatan Pediatrik, Jakarta : EGC



2. Seorang anak yang brusia 6 tahun dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan sesak nafas, Hasil pengkajian menunjukkan frekuensi  napas 30 x/menit, anak tampak menggunakan otot-otot bantu napas. Diagnosa yang timbul yaitu: Perubahan pola napas B/d dengan penurunan ekspansi paru. Dari kondisi tersebut anak mendapatkan intervensi kolaborasi terapi oksigen dengan nasal kanula .
Apakah hal prioritas yang perlu  diperhatikan saat prosedur tersebut berlangsung ?

a. posisikan tidur anak senyaman mungkin
b. pertahankan lingkungan agar tidak berisik
c. perhatikan  botol humidifier jangan sampai  kosong
d. pasang pengumuman dipintu kamar pasien perlu istirahat “
e. anjurkan orang tua agar segera melapor jika oksigen sudah habis

Kunci Jawaban : c. perhatikan  botol humidifier jangan sampai  kosong
Pembahasan.
Botol humidifier berisikan aquabides yang berfungsi untuk melembabkan oksigen saat dialirkan ke system bernafasan, hal ini dapat mencegah terjadinya iritasi akibat aliran oksigen yang memiliki sifat kering . Oleh karena itu selama prosedur pemberian oksigen botol humidifier harus terisi aquabidest sesuai dengan batasan atas maupun bawah yang tertera pada botol tersebut.

Rujukan.
  • Kholid Rosyidi (2013). Prosedur praktik Keperawatan jilid.1, Jakarta : TIM 



3. Seorang bayi laki-laki yang usia 12 bulan, dirawat di rumah sakit dengan kdiagnosa diare. Hasil pengkajian KU tampak sakit sedang,  TTV menunjukkan : T = 38,5 C , HR = 100 X/ menit , RR = 30 X/menit. Saat masuk ke ruang perawatan bayi menangis terus dan tidak mau ditidurkan di atas tempat tidur. Untuk memberikan perawatan atraumatic care, Perawat yang cantik dan baik hati meminta ibu pasien menemaninya saat anak ditidurkan.
Apakah prinsip atraumatic yang diterapkan pada kondisi diatas ?

a. meningkatkan kemampuan orang tua  mengontrol keperawatan
b. menurunkan dan mencegah dampak perpisahan dari keluarga
c. tidak melakuan kekerasan pada anak
d. mencegah atau mengurangi cedera
e. modifikasi lingkungan

Kunci Jawaban : b. menurunkan dan mencegah dampak perpisahan dari keluarga
Pembahasan : 
Saat anak masuk dan dirawat dirumah sakit hal ini akan menyebabkan kecemasan dan stress fisik dan psikologis baik bagi anak dan keluarganya .Asuhan atraumatic adalah sebagai asuhan terapeutik yang meminimalkan atau menghilangkan distress psikologis dan fisik yang dialami oleh anak dan keluarganya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menurunkan dan mencegah dampak perpisahan anak dari keluarganya dengan memberi kesempatan orang tua menemani saat anak dirawat.

Rujukan  : 
  • Terri Kyle & Susan Carman (2015). Buku Ajar Pediatrik  Vol 1 , Jakarta : EGC



4. Seorang toodler perempuan usia 1,5 tahun, dirawat dengan keluhan batuk batuk sudah lebih dari 1 bulan, Di sore hari suhu tubuh sering mengalami peningkatan, anak tidak nafsu makan, postur tubuh tampak kurus. Untuk menegakkan diagnosa anak dilakukan sebuah test tuberculin.
Apakah yang menandakan jika hasil test tersebut positif ?

a. daerah sekitar test  berwarna  merah dengan diameter > 10 mm
b. terjadi pembengkakan dengan diameter 15 mm
c. terjadi  penurunan suhu tubuh sampai 36 derajat celsius
d. adanya indurasi dengan diameter 10 mm
e. terjadi luka yang dalam dan nyeri

Kunci Jawaban : d. adanya indurasi dengan diameter 10 mm
Pembahasan  : 
Mantoux test /test tuberculin adalah test yang digunakan untuk mendeteksi berkembangnya mycobacterium tuberculosa . test ini merupakan pemeriksaan diagnostic dengan menyuntikkan Purified Protein derivate (PPD) secara intra dermal. Hasil maksimal akan teramati setelah 48-72 jam . Indurasi dengan diameter 10 mm atau lebih menandakan hasil positif.

Rujukan  : 
  • Asmadi (2009). Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien, Jakarta : Salemba Medika



5. Seorang anak laki-laki yang berumur 11 tahun , dirawat dengan diagnosa medis DBD , menunjukkan reaksi terhadap hospitalisasi dimana saat pasien masuk ke ruang perawatan perawat laki-laki yang berkumis tebal memperkenalkan diri namun anak tidak berespon, saat akan dilakukan pengkajian anak tidak kooperatif , bahkan memalingkan mukanya ke tembok tidak mau melihat perawat laki-laki tersebut.
Apakah intervensi keperawatan psikososial dan emosional yang dapat saudara berikan pada kasus diatas ?

a. tingkatkan latihan fisik dan mobilitas
b. anjurkan keluarga untuk sering berkunjung
c. lakukan komunikasi dengan tingkatan remaja
d. bimbing remaja untuk mengembangkan sikap yang sehat
e. beri kesempatan remaja untuk mengungkapkan kecemasannya

Kunci Jawaban : e. beri kesempatan remaja untuk mengungkapkan kecemasannya
Pembahasan : 
Perhatian remaja yang di hospitalisasi berfokus pada : perubahan citra tubuh , berpisah dengan teman sebaya, penyakit sebagai hukuman, dan kebebesannya menjadi terbatas. Sehubungan hal tersebut seringkali reaksi hospitalisasi pada anak remaja menjadi kehilangan kendali yang berhubungan dengan kehilangan identitas , kemungkin menyebabkan remaja berespon dengan penolakan, tidak mau kerjasama marah atau frustasi. Dengan memberi kesempatan remaja untuk mengungkapkan kecemasannya, sehingga perawat dapat menentukan dengan tepat pendekatan yang harus dilakukan dalam mengatasi reaksi hospitalisasi remaja tersebut.

Rujukan  : 
  • Mary E Muscari (2005). Panduan Belajar : Keperawatan Pediatrik, Jakarta : EGC



6. Seorang anak laki-laki yang berusia 7 tahun dirawat dengan keluhan batuk , panas dan sesak napas. Berdasarkan pengkajian dan analisa data, Diagnosa keperawatan utama anak yaitu tidak efektif bersihan jalan nafas  dan dilakukan intervensi keperawatan, Perawat tua yang 1 tahun lagi pensiun melakukan fisioterapi dada, dengan salah satu tindakan saudara melakukan perkusi pada dada atau punggung anak.
Bagaimanakah caranya melakukan tindakan tersebut diatas ?

a. menggunakan alat khusus sehingga lokasi dan pengeluaran  slym lebih efektif
b. tehnik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk
c. dilakukan setelah anak menghirup udara yang dikeluarkan nebulizer
d. melakukan pemukulan dengan posisi telapak tangan terbuka lebar
e. mengganjal bantal terlebih dahulu pada area yang akan diperkusi

Kunci Jawaban : b. tehnik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk
Pembahasan. 
Dengan tehnik perkusi tangan melekuk lokasi pukulan lebih focus /tepat dan tindakan ini tidak mengakibatkan anak kesakitan seperti jika kita melakukan perkusi dengan telapak tangan terbuka. Pemukulan ritmik pada dinding dada dan punggung , tujuannya melepaskan lender atau sekret-sekret yang menempel pada dinding pernafasan dan memudahkan mengalir ke tenggorokan. Hal ini lebih memudahkan anak mengeluarkan lendirnya.

Rujukan.
  • Kholid Rosyidi (2013). Prosedur praktik Keperawatan jilid.1, Jakarta : TIM 



7. Seorang anak perempuan yang usia 4 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan batuk, panas dan BB menurun. Berdasarkan anamnesa pengkajian anak pernah dirawat beberapa bulan yang lalu dengan kasus yang sama, mendapatkan sebuah terapi obat spesifik hanya ibu sering lupa memberikan kepada anaknya tersebut. Diagnosa keperawatan telah ditegakkan dan salah satu diagnosa keperawatannya yaitu regimen terapeutik tidak efektif .
Apakah intervensi prioritas yang dilakukan untuk kasus diatas ?

a. ajarkan orang tua tentang program pengobatan dan alasan menjalani pengobatan dengan tuntas
b. beri pendidikan kesehatan cara penanganan dan terapi yang harus diberikan pada anaknya dirumah
c. identifikasi alternative pemberian layanan yang dapat memberikan pengobatan anak jika diperlukan
d. ajarkan orang tua untuk mendapatkan obat pengganti disaat obat yang harus di minum anak sudah habis
e. informasikan kepada orang tua tempat yang dapat dijangkau dengan mudah untuk mendapatkan obat bagi anaknya

Kunci Jawaban : a. ajarkan orang tua tentang program pengobatan dan alasan menjalani pengobatan dengan tuntas
Pembahasan 
Pendidikan dan penguatan yang diberikan kepada orang tua tentang progam pengobatan dan risiko bila pengobatan dihentikan akan meningkatkan kepatuhan dan menurunkan resiko kegagalan akibat deficit pengetahuan.

Rujukan :
  • Kathleen Morgan Speer (2008). Rencana Asuhan Keperawatan Pediatrik Edisi 3, Jakarta : EGC


Sumber : www.ukomperawat.blogspot.com dan Pedoman UKOM Indonesia

Baca Juga :

Demikianlah artikel singkat kami ini yang membahas tentang Contoh Soal UKOM D3 Perawat Dan Ners Tahun 2019 Edisi 196, semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi teman-teman dan Ayo ajak teman-teman kalian semua untuk belajar contoh soal-soal Uji Kompetensi Keperawatan di Blog ini secara Gratis. Kami berikan untuk teman-teman semua karena kami pernah merasakan seperti teman-teman berjuang menghadapi UKOM dan kami doakan untuk teman-teman semua yang belajar di blog ini dapat lulus UKOM 2019 semua. Aamiin.


0 komentar