Contoh Soal UKOM D3 Perawat Tahun 2021 / 2022 Edisi 223

Contoh Soal UKOM D3 Perawat Tahun 2021 / 2022 Edisi 223


Halo sahabat kumpulanukom.blogspot.com semuanya, lama tidak memberikan latihan soal-soal Uji Kompetensi Kepereawatan, kini kita kembali lagi aktif memberikan latihan soal UKOM D3 Perawat dan Ners untuk persiapan tahun 2021 / 2022

 

Contoh Soal UKOM D3 Perawat Tahun 2021 / 2022 / 2023 / 2024 Edisi 223
jadilah perawat yang baik dan berbakti untuk masyarakat dan organisasi

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) tahun 2021 / 2022 bagian ke 223 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya

 

1. Seorang perempuan berusia 40 tahun G5P4A1 hamil 32 minggu datang ke poliklinik untuk memeriksakan kehamilannya, klien mengatakan tidak pernah ada keluhan selama kehamilan. Sudah tidak ingin punya anak lagi setelah melahirkan nanti.

Apakah metode keluarga berencana yang tepat untuk dianjurkan perawat kepada pasien diatas ?

a. Pil
b. Suntik
c. Implant
d. Kalender
e. Tubektomi


Jawaban : E. Tubektomi
Rasional : Cukup jelas, prosedur pemotongan atau penutupan tuba falopi atau saluran indung telur yang menghubungkan ovarium ke rahim. Prosedur ini juga akan menghalangi sperma ke tuba falopi.




2. Seorang laki – laki berumur 55 tahun sejak tahun 2010 sudah terkena penyakit TBC dan mendapat pengobatan OAT yang diberikan oleh dokter puskesmas . Menurut informasi keluarganya yang menjadi PMO orang tersebut tidak minum obatnya, bahkan masih suka mengkonsumsi makanan yang asin dan berlemak.

Apa yang seharusnya anda jelaskan mengenai tugas utama seorang PMO?

A. Memberi penyuluhan pada keluarga klien tentang TBC
B. Mengingatkan penderita untuk pemeriksaan kesehatan setelah obatnya habis
C. Mengawasi penderita dalam berobat ke palayanan kesehatan (Puskesmas)
D. Memberi dorongan kepada keluarga untuk mendapatkan biaya pengobatan HT
E. Mengingatkan klien agar menelan obat secara teratur sesuai dosis

Jawaban : E. Mengingatkan klien agar menelan obat secara teratur sesuai dosis
Rasional :
R/ sejak tahun 2010 sudah terkena penyakit TBC dan mendapat pengobatan OAT yang diberikan oleh dokter puskesmas . Menurut informasi keluarganya yang menjadi PMO orang tersebut tidak minum obatnya, bahkan masih suka mengkonsumsi makanan yang asin dan berlemak.jdi ud jelas...
E. Mengingatkan klien agar menelan obat secara teratur sesuai dosis
Supaya...pengobtan x tdk terputus..dlm 6 bln




3. Seorang perempuan usia 25 tahun di rawat di ICU karena menderita kerusakan otak anoksia akibat kecelakaan kendaran bermotor. Kondisi sekarang vegetatif menetap dan diberi makan melalui NGT. Keluarga pasien menghendaki pencabutan NGT dikarenakan kondisi klien yang semakin hari tidak ada perubahan selama kurang lebih 2 minggu terakhir.

Bagaimanakah tindakan perawat untuk menanggapi keluarga klien tersebut berdasarkan hukum, etik dan legal keperawatan ?

a. Segera mencabut NGT sesuai dengan permintaan keluarga
b. Menganjurkan keluarga untuk bersabar dan mengurungkan niatnya
c. Memberikan lembar persetujuan/penolakan tindakan medis dan keperawatan
d. Menolak keluarga dengan alasan mempertahankan keadaan klien
e. Menjelaskan ulang fungsi pemsangan NGT pada keluarga klien tersebut

Jawaban : C. Memberikan lembar persetujuan/penolakan tindakan medis dan keperawatan
Rasional :
Df :kerusakan otak, klien tdk mengalami perubahan slma 2mggu, kluarga menghendaki pencabutan ngt
Pasien Sudah 2 minggu tidak ada prubahan jadi kluarga pasrah dg kondisi anaknya,dan kluarga menghendaki dg dicabutnya slang NGT.
tpi sebagai prawat kita harus tetap memberikan lembar persetujuan kpada kluarga agar aman mlakukan tindakan



4. Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas sejak ± 1 minggu SMRS, batuk, mual muntah dan mengaku setiap tidur harus menggunakan 2 bantal agar tidak sesak. Sesak napas memberat sejak 1 hari SMRS. Pada 07/03/2015 pasien dibawa keluarga ke RS dan dirawat di ruang jantung. Pada 09/03/2015 jam 07.15, pasien apneu kemudian dilakukan RJPO selama ± 15 menit. dan dipindah ke ICCU. Pada 2 hari di ICCU tiba-tiba pasien mengalami henti nadi dan dilaksanakan defibrilasi. Perawat menghidupkan defibrilasi, kemudian pilih energi yang diperlukan dan pilih paddles melalui tombol lead select
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ?

a. Letakkan paddle pada apeks dan sternum
b. Lihat kembali irama pada monitor
c. Tekan tombol charge
d. Oleskan jelly pada paddle
e. Segera mengatakan DC shock siap, I clear, you clear

Jawaban : B. Lihat kembali irama pada monitor
Rasional : Sesuai SOP, langkah selanjutnya yuty melihat dahulu irama pada monitor




5. Seorang klien wanita 25 tahun, datang ke poli kandungan mengeluh perut terasa mulas-mulas sejal 1 jam yang lalu, G1P0A0 kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil Nadi: 86x/menit, S: 36,6ºC, Respirasi: 20x/menit, TD: 110/70 mmHg,Tinggi fundus uterus: 36 cm, teraba punggung kiri, preskep, lendir darah (+), DJJ: 140x/menit, penurunan kepala 3/5. Kandung kemih penuh.

Dari kasus diatas apakah intervensi keperawatan yang paling tepat?

A. Anjurkan klien untuk posisi litotomi
B. Berikan cairan IV dextrose 0,9%
C. Anjurkan klien untuk BAK ke kamar mandi, dan mobilisasi
D. Ajarkan klien teknik rileksasi
E. Anjurkan klien untuk mengatur posisi persalinan

Jawaban : D. Ajarkan klien teknik rileksasi
Rasional :
untuk rasionalisasi pehatikan lead in yaitu apakah intervensi keperawatan yang paling tepat, tips trik untuk menjawab soal terdapat option untuk mengeliminir jawaban yaitu option A dan E tidak mungkin terdapat 2 jawaban benar sedangkan option B dan C kurang tepat, jawaban paling tepat yaitu D dengan ajarkan klien tekhnik relaksasi. Tekhnik relaksasi diperlukan menjelang proses persalinan dimana daerah panggul, bokong, perineum harus rileks, lunak, dan nyaman sehingga jaringan perineum akan membuka memberi jalan lahir, mengurangi ketegangan otot, dan mengontrol intensitas nyeri pada saat menjelang proses persalinan yang akan dihadapi.




6. Tn. S, usia 50 th, di rawat di ruang rawat inap. Riwayat masuk dengan keluhan satu minggu sebelum MRS jika BAK tidak lancar, terasa sakit nyeri tekan di supra pubic, merasa tidak tuntas saat BAK, riwayat BAK urin disertai darah. Pemeriksaan saat ini TTV : TD : 114/64 mmHg. Frekuensi nadi: 68 X/menit. Frekuensi napas : 12 X/menit. S : 38.6°C. Pasien terpasang kateter dengan produksi urine satu jam 50 cc warna kuning keruh. Pasien akan dilakukan operasi TURP.

Apakah masalah keperawatan yang menjadi masalah utama pada Tn. S?

A. retensi urine
B. gangguan rasa nyaman nyeri
C. cemas
D. risiko infeksi
E. peningkatan suhu tubuh

Jawaban : E. peningkatan suhu tubuh
Rasional :
Diagnosa medisx BPH, trus biasax yg menyebabkan nyeri krn tersumbatx urine di kandung kemih,kan disini pasien sdah terpasang kateter otomatis nyerinya berkurang. Jadi ndak mungkin jwbnx ABD.
Didalam data didapatkan suhu tubuh 38,8 derajat celsius, maka jawaban yang tepat adalah E meigkatan suhu tubuh.




7. Seorang perempuan usia 21 tahun dirawat di RS dengan keluhan nyeri ulu hati sudah 2 minggu, tidak nafsu makan, mual, muntah dan lesu. Hasil pengkajian: klien tampak lemas, lidah kotor, tekanan darah: 110/70 mmHg, Suhu: 39°C dan pernapasan: 22 kali permenit. Tes widal 1/200.

Apakah implementasi yang tepat untuk masalah pasien tersebut?

A. Melakukan oral hygiene
B. Melakukan kompres hangat
C. Mengajarkan teknik relaksasi
D. Memberikan cairan melalui intravena
E. Memberikan diit lunak dan rendah serat

Jawaban : D. Memberikan cairan melalui intravena
Rasional :
R/ keluhan nyeri ulu hati sudah 2 minggu, tidak nafsu makan, mual, muntah dan lesu. Hasil pengkajian: klien tampak lemas, lidah kotor, Suhu: 39°C dan Tes widal 1/200. Yg dtxkn implementasi....
D. Memberikan cairan melalui intravena


 

Demikianlah artikel dari kumpulanukom.blogspot.com diatas dengan judul Contoh Soal UKOM D3 Perawat Tahun 2021 / 2022 Edisi 223. Semoga apa yag telah kami sajikan dan berikan dapat berguna dan bermanfaat bagi teman-teman nurse semuanya. Sampai bertemu kembali dengan latihan soal lainnya.

0 komentar