CONTOH SOAL UJI KOMPETENSI (UKOM) NERS DAN D3 KE 79

2/26/2018 10:06:00 PM

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 79 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya



Asosiasi Institute Pendidikan Ners Indonesia, AIPNI, kumpulan soal ukom perawat, uji kompetensi, uji kompetensi perawat, UKNI, kisi-kisi ukom, materi ukom, soal dan pembahasan ukom, kunci jawaban ukom, UKOM, kisi-kisi ukom, kisi ukom perawat, ukom perawat 2017, ukom perawat 2018, ukom perawat 2019, materi ukom, kumpulan ukom, kumpulan ukom perawat, kumpulan soal uji kompetensi perawat, kumpulan soal uji kompetensi perawat terbaru, kumpulan soal uji kompetensi perawat lengkap, UKOM D3, UKOM Ners, UKOM Keperawatan, uji kompetensi D3, uji kompetensi Ners
penyuluha

Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawawatan D3 dan Ners Update



1. Suara alarm pada tekanan rendah ventilator. Perawat mengecek kondisi klien dan berusaha untuk menentukan tujuan pengaturan alarm namun tidak berhasil. Manakah dari tindakan awal berikut ini yang harus dilakukan perawat?

A. Pemberian oksigen
B. Memberikan ventilasi secara manual
C. Momonitor TTV klien
D. Memulai tindakan resusitasi jantung paru
E. Pemberian cairan infus

Jawaban : B
Rasional: jika pada suatu alarma berbunyi dan perawat tidak dapat menemukan penyebab masalah, sambungan ventilator klien akan diputus, alat resusitasi manual dari ventilator digunakan untuk menujang proses respirasi klien. Memonitor vital sign bukan merupakan tindakan awal, tidak ada indikasi untuk melakukan tindakan CPR.
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan konsep ABC dan catat kata penting “awal.” Baca soal dengan hati-hati untuk mengingat bahwa pokok masalah berhubungan dengan ventilasi klien yang adekuat. Berfokus pada masalah ini akan mengarahkan anda pada jawaban yang tepat.
Review: Perawatan klien dengan ventilasi mekanik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 327



2. Seorang perempuan berusia 34 tahun post partum hari pertama, dirawat di Ruang Nifas. Mengeluh nyeri pada area perineum skala 5 dari rentang skala nyeri 1-10. Hasil pengkajian didapatkan luka episiotomi. Manakah posisi baring yang tepat kasus tersebut

Pilihan Jawaban:
a.  dorsal recumbent
b.  Semi fowler
c.  Lithotomi
d.  Fowler
e.  Sim

Jawaban e.  Sim



3. Seorang  laki-laki berusia 20 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengatakan tidak memiliki riwayat asthma atau penyakit lain, sebelumnya tidak pernah seperti ini, serangan terjadi tiba-tiba, pasien biasa menggunakan air conditioner dan suka naik gunung, pada fisik diagnostic diperoleh Spasme Bronkhus (+), Ig E (↑).
Pertanyaan soal: Apakah data utama yang perlu ditambahkan pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban
A.  Riwayat emosi
B.  Riwayat keluarga
C.  Riwayat aktivitas fisik
D.  Riwayat terpapar cuaca dingin
E.  Riwayat bepergian ke luar daerah

Jawaban C.  Riwayat aktivitas fisik



4. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak lebih dari 2 minggu. Hasil pengkajian pasien mengatakan lemah, lesu, berat badan menurun, berkeringat pada malam hari, pasien mengatakan pernah batuk darah dan kadang-kadang sesak napas. TD 110 mmHg, frekuensi nadi 95x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,3oC.
Pertanyaan: Apakah pemeriksaan laboratorium yang tepat pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban :
A.  LED
B.  Sputum
C.  Leukosit
D.  Mantoux
E.  Thorax foto

Jawaban B.  Sputum



5. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan utama batuk berdahak. Dari hasil pemeriksaan didapat penumpukan sputum di trachea, produksi sputum banyak, pasien tampak kelelahan dan tidak nafsu makan, pasien tinggal bersama keluarganya, jarang bekerja di sawah karena cepat cape, pasien mengatakan malu dengan penyakitnya sekarang. TD 130/90mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, suhu 37,2oC.
Pertanyaan: Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban:
A.  Gangguan konsep diri: Harga diri rendah
B.  Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
C.  Gangguan bersihan jalan nafas
D.  Resiko penyebaran infeksi
E.  Intoleransi aktivitas

Jawaban C.  Gangguan bersihan jalan nafas



6. Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak gelisah dan sesak, penggunaan otot asesoris pernafasan, pernapasan, sianosis central. TD 110/85mmHg, frekuensi nadi 115x/menit, frekuensi napas 30 x/menit, (+).  Hasil AGD menunjukan Asidosis Respiratorik, saturasi oksigen 93%.
Pertanyaan: Apakah alat yang dipergunakan pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban :
A.  Kanule
B.  Rebreathing mask
C.  Non rebreathing mask
D.  Venturi mask
E.  Face mask

Jawaban B.  Rebreathing mask



7. Seorang laki-laki berusia 30 tahun, datang ke poli klinik penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan secara umum. Hasil pengkajian pasien mengatakan dua bulan yang lalu pernah batuk berdahak lebih dari 2 minggu. Pasien menginginkan diperiksa karena akan melamar pekerjaan yang mengharuskan pasien di test tuberculin.
Pertanyaan: Kapan pemeriksaan tersebut bisa dilihat hasilnya?
Pilihan Jawban:

A.  52 jam
B.  62 jam
C.  72 jam
D.  82 jam
E.  92 jam

Jawaban C.  72 jam



8. Seorang pasien perempuan berusia 20 tahun di rawat di ruang penyakit syaraf dengan keluhan sakit kepala yang disertai kejang. Hasil pengkajian GCS 12, gelisah, sering menjambak rambutnya dan mengatakan nyeri, skala 7 (0-10). TD 120/90mmHg. frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 25x/menit, suhu 37,8oC. Pasien direncanakan untuk menjalani lumbal punktie. 
Pertanyaan: Apakah pemeriksaan reflek yang utama pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban:
A.  Brudzinski I
B.  Brudzinski II
C.  Kernig positif
D.  Babinski positif
E.  Kaku kuduk positif

Jawaban C.  Kernig positif



9. Seorang laki-laki usia 20 tahun dirawat di ruang penyakit bedah syaraf dengan cedera kepala. Hasil pengkajian GCS 10, muntah setelah kejadian, terdapat bekas jejas darah di hidung dan telinga, serta tanda raccoon eye. Terpasang kateter, NGT dan Infus NaCl 0,9% 20 tetes/menit. TD 110/80mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, frekuensi napas 30x/menit, suhu 37,2oC. Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukan terdapat perdarahan di lobus temporal.
Pertanyaan: apakah tindakan keperawatan pada kasu tesebut?

Pilihan Jawaban:
A.  Monitoring tanda vital
B.  Berikan posisi head up
C.  Persiapkan pemeriksaan EEG
D.  Lakukan pemeriksaan syaraf kranial
E.  Persiapkan pemeriksaan lumbal fungtie

Jawaban B.  Berikan posisi head up



10. Seorang perempuan berusia 35 tahun, dia merasa sedih karena tidak bisa mengurus anak dan suaminya karena sakit. Gangguan konsep diri yang terjadi pada pasien tersebut adalah….

Pilihan jawaban
a.  Ideal diri
b.  Peran diri
c.  Identitas diri
d.  Gambaran diri
e.  Harga diri rendah

Jawaban b.  Peran diri



Sumber : KBS UKOM D3 & Ners 2018

Semoga Artikel materi-materi kumpulan soal uji kompetensi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin.

Jangan Lupa Download Versi Andorid agar lebih mudah dalam belajar soal UKOM ini dan Share Link Kita Ini agar dapat berguna bagi teman-teman lainnya untuk belajar Uji Kompetensi Perawat.

0 komentar