Contoh Latihan Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan 2018, 2019 ke 55

1/29/2018 03:03:00 PM

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 55 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya.

kumpulan soal ukom perawat, uji kompetensi, uji kompetensi perawat, UKNI, kisi-kisi ukom, materi ukom, soal dan pembahasan ukom, kunci jawaban ukom, UKOM, kisi-kisi ukom, kisi ukom perawat, ukom perawat 2017, ukom perawat 2018, ukom perawat 2019, materi ukom, kumpulan ukom, kumpulan ukom perawat, kumpulan soal uji kompetensi perawat, kumpulan soal uji kompetensi perawat terbaru, kumpulan soal uji kompetensi perawat lengkap
 kumpulan soal uji kompetensi perawat

Contoh Soal UKOM D3 Ners


Terdapat 6 buah soal Latihan Uji  Kopetensi Perawat beserta kunci jawaban dan pembahasannya



1. Tim perawat pencegahan dan penegndalian infeksi salah satu RS melakukan skrinning MRSA di  sebuah bangsal penyakit dalam, karena ditemukan salah satu klien denagnImmunokompromis  terdiagnosa MRSA. Dari hasil skrinning didapatkan 3 perawat positif dan beberapa peralatan  mengandung kolonisasi MRSA. Apakah tindakan yang tepat yang harus dilakukan tim PPI  tersebut?
A. Mensosialisasikan kembali universal precaution di semua instansi
B. Menganjurkan perawat untuk mandi 3 kali sehari
C. Menganjurkan perawat untuk istrahat di rumah selama sebulan
D. Menutup sementara bangsal penyakit dalam tersebut
E. Melakukan skrinning di seluruh bangsal RS

Jawaban : A
Rasional: Ditemukan terdapat kolonisasi MRSA menunjukkan bahwa individu tersebut  berpotensi terjadinya transmisis MRSA ke orang dan benda mati lainnya. Oleh karena itu barang yanf terkontaminasi harus dibersihkan dan individu harus ditangani. Selain itu, hal ini merupakan  pihak RS harus kembali mensosialisakan tentang perlindungan seperti mencuci tangan dengan  benar dan menggunkan alat pelindung diri ketika berinteraksi dengan klien., karena kita tidak  mengetahui klien mana yang berpotensi menularkan MRSA. Perawat dengan kontaminasi  MRSA harus mandi dengan klorin 2 kali sehari selam 2 minggu berturut-turut dan mendapat  pengobatan dari dokter.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada tindakan untuk pencegahan penyebaran MRSA.  Penutupan bangsal dan meliburkan perawat tanpa adanya dekontaminasi tidak akan  menghilangkan kolnisasi MRSA. Melakukan skrinning MRSA di seluruh RS akan memberatkan  biaya management RS. 
Review: Penatalaksanaan keperawatn pada klien dengan MRSA Kompetensi: Asuhan dan manjemen asuhan keperawatan Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implemtasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 417-418


2. Perawat mengetahui anak berusia 5 tahun tersedak, tetapi saat ini masih sadar dan terjaga.  Perawat bergegas untuk melakukan manuver abdominat thrust. Di mana seharusnya perawat  menempatkan kedua tangannya?
A. Umbilikus dan paha (Groin)
B. Perut bawah dan dada
C. Umbilikus dan processus Xiphoideus
D. Paha (groin) dan processus Xiphoideus
E. Pusar dan dada

Jawaban : C
Rasional: Untuk melakukan manuver abdominal thrust, penyelamat berdiri di belakang korban  dan merangkul korban dengan tangan di bawah ketiak korban. Kedua kepalan tangan diletakkan  di atas umbilikus di bawah procesus xhipoideus korban. Processus xhipoideus dan tulang rusuk dijaga untuk mencegah kerusakan organ internal. Kepalan tangan digenggam dengan tangan  yang lain, lalu hentakan dilakukan.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek yaitu area untuk melakukan manuver abdominal  thrust Sisihkan pilihan B karena tidak jelas. Pilihan A juga disiskan karena posisi anatominya  terlalu ke bawah. Gunakan prinsip yang sama dan bayangkan prosedur untuk memilih di  antaratiga pilihan jawaban yang tersisa.
Review: Manuverabdominal thrust
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhanh keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 851


3. Manakah klien yang akan diintruksikan perawat kepada asisten perawat untuk menggunakan alat cukur elektrik?
A. Klien pasca operasi
B. Klien dengan infeksi
C. Klien yang mendapatkan warfarin (Coumadin)
D. Klien yang mendapatkan Acetaminophen (Tylenol)
E. Klien yang mengalami leukosistosis

Jawaban : C
Rasional: Warfarin adalah anti koagulan, yang akan meningkatkan resiko perdarahan pada klien. Pemakaian alat cukur manual akan meningkatkan resiko abrasi dan perdarahan karena penurunan kemampuan pembekuan darah klien. Status operasi, infeksi, dan pemberian acetaminophen tidak mempengaruhi  pemilihan  alat  cukur. Klien  yang  mengalami  leukositosis  juga  tidak  beresiko terjadinya perdarahan.

Strategi   Mengerjakan   Soal:  Fokus  pada  subjek,  keamanan dan  resiko  klien  mengalami perdarahan. Pikirkan tentang perbedaan alat cukur elektrik dengan alat lain yang biasa digunakan untuk  mencukur.  Selanjutnya,  tentukan  klien  mana  yang  beresiko  perdarahan.  Hal  ini  akan memandu anda memilih jawaban C.
Review : Intervensi perawat untuk mencegah perdarahan pada klien yang mendapatkan warfarin (Coumadin)
Kompetensi : Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain :Pengetahuan prosedur
Keilmuan : Manajemen
Proses Keperawatan : Implementasi
Upaya Kesehatan : Preventif
Kebutuhan Dasar : Aman dan nyaman
Sistem Tubuh : Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar Pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 668, 801


4. Perawat sedang melihat catatan klien dan mencatat bahwa tim medis telah mendiagnosa bahwa klien menderita gangguan bahwa klien menderita gangguan ginjal. Manakah pemeriksaan laboratorium yang akan memberikan indikasi penurunan fungsi ginjal ?
A. Penurunan kadar serum kreatinin
B. Peningkatan jumlah trombosit
C. Penurunan jumlah sel darah merah (SDM)
D. Penurunan jumlah sel darah putih (SDP)
E. Penurunan kadar BUN dalam darah

Jawaban : C.  penurunan jumlah sel darah merah
Rasional:
Tes BUN seringkali dilakukan untuk menentukan fungsi ginjal. Kadar BUN dan kreatinin mulai meningkat saat laju filtrasi glomerulus menurun di bawah 40% sampai 60%. Penurunan jumlah sel darah merah menjaadi bermakna jika fungsi eritropoetik terganggu. Peningkatan sel darah putih (SDP) seringkali terjadi pada gangguan ginjal. Jumlah sel trombosit tidak mengindikasikan penurunan fungsi ginjal.

Strategi mengerjakan soal :
Fokus pada pokok masalah, hasil laboratorium mengindikasika  penurunan fungsi ginjal. Abaikan pilihan B lebih dulu karena berhubungan dengan systen renal. Peningkatan SDP seringkali terjadi pada gangguan pada ginjal, jadi pilihan D dapat diabaikan. Ingat bahwa kadar BUN dan kreatinin seringkali digunakan pada uji laboratorium untuk menentukan fungsi ginjal.
Daftar pustaka : deWit, Kumagai (2013), pp. 767,770


5. Perawat memberikan instruksi kepada klien hamil yang dijadwalkan untuk amniosintesis. Apakah instruksi yang seharusnya diberikan perawat ?
A. Istirahat yang ketat diperlukan setelah prosedur
B. Diperlukan rawat inap selama 24 jam setelah prosedur
C. Penandatanganan surat persetujuan sebelum prosedur
D. Penjelasan adanya demam setelah prosedur karena trauma abdomen
E. Klien ditempatkan pada posisi lateral ( berbaring menghadap kesamping ) selama pemeriksaan.

Jawaban : C
Rasional:
Karena amniosintesis adalah prosedur invasif, surat persetujuan harus dieroleh sebelum prosedur. Setelah prosedur, klien diinstruksikan untuk beristirahat, tetapi dapat melanjutkan aktivitas ringan setelah kram reda. Klien di instruksikan untuk menjaga daerah tusukan bersih dan melaporkan adanya komplikasi, seperti menggigil, deamam, perdarahan, kebocoran cairan di lokasi penusukan jarum, penurunan gerakan janin, kontraksi uterus, atau Kram. Amniosintesis adalah prosedur rawat jalan dan dapat dilakukan di klinik swasta atau di unit pemeriksaan khusus prenatal. Rawat inap tidak diperkukan setelah prosedur.

Strategi mengerjakan soal :
Fokus pada subjek, implikasi keperawatan yang berhubungan dengan amniosintesis. Mengingatkan kembali bahwa prosedur invasif ini akan mengarahkan Anda ke pilihan yang benar.
Daftar pustaka : Lowdermilk et al (2012), p. 645


6. Perawat pada unit ruang nifas merawat klien yang baru saja melahirkan dengan riwayat plasenta privia. Manakah resiko yang muncul terkait plasenta privia yang perlu diperhatikan perawat ketika meninjau rencana keperawatan dan mempersiapkan melakukan pengawasan pada klien?
A. Infeksi
B. Perdarahan
C. Hipertensi Kronis
D. Disseminated intravascular coagulation (kelainan pembekuan darah intravena)
E. GGA

Jawaban : B
Rasional:
Pada plasenta privia, plasenta terletak pada segmen bawah uterus. Segmen bawah uterus tidak mempunyai struktur otot yang sama seperti kepunyaan uterus, dan bagian ini lebih rentan terjadi perdatahan. Pilihan A, C, D dan E bukan resiko spesifik yang terkait dengan plasenta privia.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, resiko yang terkait plasenta privia. Pikirkan tentang patofisiologi yang berhubungan dengan kelainan ini dan mengingat bahwa perdarahan merupakan perhatian utama pada klien yang dapat dengan mudah mengarahkan anda pada jawaban yang benar.
Review:
Plasenta privia
Kompetensi:
Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain:
Pengetahuan prosedur
Keilmuan:
Maternitas
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Repropduksi
Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 52.


Semoga Artikel materi-materi kumpulan soal uji kompetensi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin.

Jangan Lupa Download Versi Andorid agar lebih mudah dalam belajar soal UKOM ini dan Share Link Kita Ini agar dapat berguna bagi teman-teman lainnya untuk belajar Uji Kompetensi Perawat.

0 komentar